<aside> 👋🏻
</aside>

Kami, tim SixthSense dari Apple Developer Academy @BINUS, ingin membagikan pengalaman kami dalam mengembangkan aplikasi Kelothing. Sebuah aplikasi yang kami rancang untuk mempertemukan Pemberi dan Pencari pakaian yang tidak terpakai, dengan fokus pada pemberian atau jual-beli pakaian second hand

Dari kebingungan yang dirasakan tim, kami terdorong untuk mencari solusi yang bisa menjawab permasalahan yang sering dialami ini.
Perjalanan kami bermula dari kebingungan yang muncul saat membereskan atau melihat isi lemari. Dimana, baju yang tidak terpakai mulai menumpuk tanpa tahu harus diapakan. Baju-baju tersebut masih terlalu bagus sehingga tidak rela untuk dibuang dan menjadi sampah begitu saja. Namun, tidak tahu harus dikemanakan atau disalurkan ke siapa.

Dari 200 miliar pakaian yang diproduksi setiap tahun,

Berakhir di tempat sampah, limbah tekstil adalah penyumbang polusi air terbesar kedua di dunia setelah limbah industri.

Indonesia telah memproduksi limbah fashion sebanyak

Angka ini setara dengan 12% dari dari limbah rumah tangga yang dihasilkan di Indonesia.
Banyak sampah fashion berangkat dari individual yang konsumtif dimana ia bingung kemana harus memberikan pakaian yang tidak terpakai tersebut
<aside> 🔍
Berdasarkan in-depth interview yang dilakukan,
</aside>
8 dari 10 orang membuang pakaian mereka karena kehabisan ruang di lemari.


6 dari 10 orang bingung ingin memberikan pakaian yang tidak terpakai kemana.
<aside> 📌
</aside>

Generasi Z sudah mulai berbelanja pakaian bekas
C. Holland, "‘Thrifting as a lifestyle’: generation Z are the no 1 contributors to thrift store growth,”
<aside> 💡
Melihat gap tersebut, Kelothing hadir dengan membantu seseorang yang bingung memberikan pakaian tidak terpakainya dengan orang lain yang membutuhkannya.
</aside>